Month: November 2016

Jpeg

Tingkatkan Kebersihan Saluran Irigasi

GIB News,- Pertemuan antara GP3A Pijenan dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (Balai PSDA) dilaksanakan pada Kamis (07/03/2016) di Kantor Kejuron Bambon, Sanden, Bantul. Pertemuan rutin ini difasilitasi oleh Balai PSDA untuk membahas waktu tanam dan pembagian air di masing-masing GP3A dan P3A, serta pemecahan masalah yang dialami oleh petani.

Lokasi pertemuan koordinasi GP3A Pijenen

Lokasi pertemuan koordinasi GP3A Pijenen

Hadir dalam pertemuan ini pengurus IP3A Pijenan, GP3A Pijenan Kanan, GP3A Pijenen Kiri dan GP3A Pijenen Hulu, petugas OP Balai PSDA DIY, wakil Kecamatan dan Desa serta Ketua dan Sekretaris GIB MTA. Daerah Irigasi Pijenan kewenangan pengelolaannya berada di Dinas PUPESDM DIY.

Ketua dan sekretaris GIB hadir di pertemuan

Ketua dan sekretaris GIB hadir di pertemuan

Terkait dengan kebersihan saluran, DI Pijenan juga berada pada kondisi yang tercemar oleh sampah. Di beberapa lokasi terdapat sampah mengendap dan adapula yang menghambat aliran air di pintu pembagi. Pelaksanaan operasi menjadi terkendala dengan adanya pencemaran sampah. Pemeliharaan saluran dilakukan oleh petugas Operasi dan Pemeliharaan dari Balai PSDA DIY dan anggota GP3A maupun anggota P3A. Namun demikian kesadaran untuk berpartisipasi dalam pemeliharaan masih perlu ditingkatkan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Gerakan Irigasi Bersih Merti Tirta Amartani, Sunardi Wiyono, menyatakan bahwa Gerakan Irigasi Bersih merupakan gerakan seluruh petani di Kabupaten Bantul untuk menciptakan irigasi bersih dari sampah sehingga dapat meningkatkan hasil dan kualitas pertanian. Untuk menciptakan irigasi bersih diperlukan kerjasama dan kegiatan rutin dari petani yang dikoordinasi oleh GP3A dalam membersikan irigasi minimal tiga kali dalam setahun, yaitu ketika akan memulai musim tanam.

 

[dds/email: gib.mtabantul@gmail.com]

Jpeg

Penutupan Kegiatan HAD 2016 dan HUT Ke 3 GIB

GIB News,- Sebagai penutup dari kegiatan Peringatan Hari Air Dunia 2016 dan Hari Ulang Tahun Ke-3 Gerakan Irigasi Bersih-Merti Tirta Amartani (GIB-MTA) Kabupaten Bantul, diselenggarakan pertunjukan kesenian rakyat berupa pementasan wayang kulit di Bale Desa Terong, Selasa malam (26/03/2016).

Pementasan Wayang Kulit

Pementasan Wayang Kulit

Ketua GIB-MTA, Sunardi Wiyono, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara dengan baik. Rangkaian acara ini berlangsung selama satu minggu di Kabupaten Bantul dan kegiatan utama dipusatkan di Desa Terong Kecamatan Dlingo.

“Kepada masyarakat Desa Terong, Ketua GP3A Terong, Kepala Desa Terong, Camat Dlingo kami ucapkan terima kasih telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan sukses”, ujar Sunardi Wiyono.

Sambutan Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Bantul

Sambutan Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Bantul

Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Bantul sebagai SKPD utama mitra kegiatan ini telah memberikan banyak kontribusi bagi acara-acara yang dilaksanakan. Selain itu Alumni Fakultas Teknologi Pertanian UGM juga tetap menjadi penopang penyelenggaraan acara ini mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga selesainya kegiatan.

Sambutan Perwakilan Alumni FTP UGM

Sambutan Perwakilan Alumni FTP UGM

Perwakianl Alumni Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Sigit Supadmo Arif, mengharapkan agar kegiatan masyarakat dalam gerakan irigasi bersih dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan pementasan wayang kulit, seluruh rangkaian acara dalam rangka HAD 2016 dan HUT Ke 3 GIB MTA telah selesai dilaksanakan dengan harapan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.

 

[dds/email: gib.mtabantul@gmail.com]

Jpeg

Saresehan Pengelolaan Lingkungan

GIB News,- Menciptakan irigasi bersih bukanlah hal yang mudah karena sumber pencemar berupa sampah dan limbah cair berasal dari sungai akibat aktivitas masyarakat yang tidak ramah lingkungan. Tercemarnya air irigasi bukan semata disebabkan karena buangan sampah rumah tangga dan limbah atau residu pertanian ke saluran irigasi, namun air yang mengalir dari sungai juga telah membawa berbagai bahan pencemar.

Acara Saresehan Pengelolaan Lingkungan

Acara Saresehan Pengelolaan Lingkungan

Hal inilah yang didiskusikan dalam acara Saresehan Lingkungan yang bertema “Mencari Solusi Pengendalian Pencemaran Sungai Dan Irigasi Serta Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah” di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Bantul, Selasa siang (26/03/2016). Saresehan yang dibuka oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM menghadirkan pembicara dari Dinas Pekerjaan Umum DIY, Badan Lingkungan Hidup DIY, Walhi Yogyakarta, Pemerti Kali Code dan Fakultas Teknologi Pertanian UGM.

Pengelolaan sumber daya air temasuk air yang digunakan oleh petani yang disalurkan melalui jaringan irigasi perlu dilakukan secara terpadu oleh semua pihak. Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya memiliki peran untuk membangun infrastruktur pengelolaan sumber daya air yang memadai, menerapkan sistem pengelolaan yang efektif, memantau kualitas air dan menerapkan sanksi pada pelanggar, dan mendorong masyarakat untuk berperan dalam pengelolaan.

Peserta Saresehan Peduli Lingkungan

Peserta Saresehan Peduli Lingkungan

Kelompok masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Universitas juga memiliki peran yang strategis dalam menciptakan kondisi sumber daya air yang berkelanjutann. Masyarakat memiliki peran untuk menjaga lingkungan sumber daya air dengan pemanfaatan yang ramah lingkungan seperti tidak membuang sampah dan limbah ke sungai, berpartisipasi dalam pemeliharaan sungai sesuai dengan kemampuan dan budaya masyarakat. Lembaga Swadaya Masyarakat dapat menjadi mitra dan penyeimbang dalam pengelolaan sumber daya air yang dilakukan oleh Pemerintah/Pemda dan msayarakat. Sedangkan Universitas sebagai lembaga yang memiliki tugas Tri Dharma berperan dalam pendidikan, penelitian dan pengamdian masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.

Kegiatan saresehan ini masuk dalam rangkaian acara Peringatan Hari Air Dunia 2016 Dan Hari Ulang Tahun Ke-3 Gerakan Irigasi Bersih-Merti Tirta Amartani (GIB-MTA) Kabupaten Bantul yang dipusatkan di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

 

 

[dds/email: gib.mtabantul@gmail.com]

Jpeg

Dlingo Gelar Kirab Budaya Mapag Toya

GIB News,- Bupati Bantul memimpin Gelar Budaya Mapag Toya yang dilaksanakan Sabtu pagi (26/03/2016) di Bendung Miri, Desa Terong – Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Peringatan Hari Air Dunia 2016 Dan Hari Ulang Tahun Ke-3 Gerakan Irigasi Bersih-Merti Tirta Amartani (Gib-MTA) Kabupaten Bantul.

Kirab Budaya Mapak Toya Diiringi Drum Band Pelajar Sekolah Dasar

Kirab Budaya Mapak Toya Diiringi Drum Band Pelajar Sekolah Dasar

Dalam sambutannya, Bupati Bantul H. Suharsono, menyatakan bahwa budaya mengenai air dan pertanian perlu terus dipelihara dan diterapkan oleh masyarakat karena akan mampu menjaga keluhuran budaya dan masyarakat itu sendiri.

 

“Kegiatan Mapag Toya menjadi bagian dari kehidupan petani kita untuk memulai musim tanam agar air yang akan digunakan dapat sesuai dengan kebutuhan jumlah dan kualitasnya” tutur H. Suharsono.

 

Kegiatan Mapag Toya merupakan sebuah aktivitas yang dilakukan oleh petani sebelum memulai menanam padi. Kegiatannya berupa pembersihan bendung dan saluran irigasi agar air yang mengalir menjadi lancar dan bersih, dan berdoa di bendung agar air yang dialirkan dan digunakan untuk budidaya tanaman dapat menghasilkan panen yang melimpah.

Solawatan pada acara Kirab Budaya Mapak Toya

Solawatan pada acara Kirab Budaya Mapag Toya

Pada acara hari ini, kegiatan Mapag Toyo sekaligus dimeriahkan dengan gelar budaya dari masyarakat Desa Terong yaitu jatilan, sholawatan dan drum band. Acara dipusatkan di Bendung Miri dipimpin oleh Bupati Bantul dan dihadiri Kepala Dinas Sumber Daya Air Bantul, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, perwakilan SKPD Bantul, Camat Dlingo, Lurah Terong, Ketua GIB-MTA, dan GP3A se Kabupaten Bantul serta masyarakat tani.

 

[dds/email: gib.mtabantul@gmail.com]

Jpeg

Pengelolaan Sampah Desa Kembaran Kebumen

GIB News,- Bak penampungan sampah ternyata menjadi masalah bagi warga yang rumahnya dekat dengan bak sampah. Hal ini terjadi karena banyaknya sampah yang dibuang dan tidak teraturnya pengangkutan sampah ke tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah. Atas kejadian tersebut, Kepala Desa Kembaran, Suparno, berinisiatif untuk mengangkut secara rutin sampah yang ada sekaligus mengolahnya di tempat pengolahan sampah terpadu.

Jpeg

Bangunan Bank Sampah Desa Kembaran

Sebelumnya di Desa Kembaran telah ada paguyuban kebersihan lingkungan atau Pakeling yang bertugas untuk mengangkut sampah dari lingkungan RT atau RW untuk dibuang di bak sampah yang dibangun di pinggir jalan. Jumlah yang terus meningkat dan pengangkutan sampah ke TPA yang tidak rutin membuat pemandangan dan bau tidak sedap menyebar ke lingkungan sekitar.

Tempat pembuangan sampah terpadu yang dirancang akan ditingkatkan menjadi bank sampah bagi 450 kepala keluarga atau sekitar 1.700 jiwa warga Desa Kembaran. Bank sampah menggunakan tanah desa seluas 980 meter persegi yang berada di tengah sawah, dengan pembangunan beberapa fasilitas berasal dari Desa dan Pemda Kebumen.

Pengelolaan sampah akan dilakukan oleh desa melalui badan usaha milik desa. Jenis pengelolaan sampah meliputi pembuatan kompos, pupuk cair, pemilahan sampah an organik dan pembuatan briket dari sampah an organik.

 

[dds/email: gib.mtabantul@gmail.com]

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
berita_Irigasi_Bersih_Dilombakan_dsc_0268

Indonesia Rindu Sungai Bersih

GIB News,- Sejak jaman dahulu sungai memberi peran penting bagi kehidupan masyarakat. Tidak hanya bagi yang berada dekat dengan sungai, namun secara keseluruhan sungai menjadi sumber kegiatan sosial-ekonomi masyarakat.

Continue Reading