Category: Berita

Jpeg

Selamat Hari Sungai Nasional 2018

GIBNews,-

Pengurus, anggota Gerakan Irigasi Bersih “Merti Tirta Amartani” dan petani Kabupaten Bantul mengucapkan Selamat Hari Sungai Nasional 2018.

Semoga sungai tetap dijaga kelestariannya, dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Harapan Gerakan Irigasi Bersih “Merti Tirta Amartani” untuk pengelolaan sungai dan irigasi:

  • Kali Bersih menunjang irigasi
  • Irigasi terbebas dari polusi
  • Hemat, merata dan terbebas dari bencana

 

[dds/gib.mtabantul@gmail.com]

Layanan Alsintan

GP3A Layani Jasa Alsintan

GIBNews,- Memiliki dan mengelola alat mesin pertanian menjadi berkah bagi delapan GP3A di Kabupaten Bantul. Melalui Program WISMP II tahun 2017 yang disalurkan melalui Dinas Pertautkan Kabupaten Bantul, kedelapan GP3A tersebut diberi aset berupa mesin panen (cobine harvester) untuk dapat digunakan di kelompoknya maupun di kelompok yang lain.

Adnan Mawardi, pengurus GP3A Dokaran menyatakan, mesin panen sudah disewa oleh petani setempat dengan biaya Rp. 250.000 per 1000 meter persegi luasan panen. Pada Musim panen yang lalu GP3A Dokaran mendapat orden panen padi seluas lebih dari 5 hektar. Menurut Adnan Mawardi masyarakat tani mulai dikenalkan panen menggunakan mesin yang dapat menghemat biaya dan meningkatkan hasil pengumpulan panen.

Di GP3A Karang Ploso Kanan, Sunardi Wiyono juga menyatakan bahwa GP3Anya sudah mengoperasikan mesin panen mecapai lebih dari 6 hektar. Operator mesin panen merupakan anggota GP3A yang telah dilatih oleh penyedia alat dan Dinas Pertautkan Kabupaten Bantul.

Tantangan yang ada, menurut Adnan, mesin panen belum dikenal oleh masyarakat tani sehingga masih sedikit yang memanfaatkan. Walaupun menurutnya untuk mencari tenaga panen harus mendatangkan pekerja dari daerah lain seperti dari Kabupaten Gunung Kidul.

Ke depan, Adnan dan Sunardi akan terus mempromosikan jasa mesin panen kepada anggota dan kelompok lainnya agar aset yang dimiliki dapat bergerak produktif, meningkatkan hasil panen dan mendukung pengembangan organisasi GP3A.

 

[dds/ddsulaeman@gmail.com]

Pertemuan di BPP Imogiri

Karang Taruna Sriharjo Siapkan Usaha Berbasis Pertanian

GIBNews,- Karang Taruna di Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul sedang menyiapkan usaha berbasis pertanian sebagai salah satu bentuk pengembangan ekonomi desa dan kewirausahaan pemuda. Anton selaku Ketua Karang Taruna Sriharjo menyatakan saat ini pemuda lebih tertarik untuk bekerja sebagai buruh pabrik dibandingkan menjadi petani karena pertanian dianggap pekerjaan yang tidak menjanjikan secara ekonomi. Pengetahuan dan permodalan juga menjadi kendala dalam memulai usaha.

Melalui pertemuan dengan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Imogiri, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Mulyo Imogiri, di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian Imogiri, Rabu (18/7), Anton merancang usaha pasca panen dan pengolahan kedelai lokal, budidaya lele, dan pembuatan kompos. Usaha kedelai lokal akan bermitra dengan pelaku usaha kedelai yang memasok bahan baku ke industri, selain itu akan diupayakan juga mengolah kedelai menjadi sari kedelai dan tepung kedelai.

Untuk budidaya lele, Anton akan menggunakan metode bioflok, yaitu sistem pemeliharaan ikan lele dengan menumbuhkan suatu mikroorganisme, yang memiliki fungsi untuk menggelola limbah budidaya itu sendiri, hingga menjadi gumpalan kecil (floc) yang di manfaatkan langsung sebagai makanan alami lele. Sedangkan usaha pembuatan kompos akan memanfaatkan limbah peternakan dan pertanian di sekitar Desa Sriharjo.

Prof. Sigit Supadmo Arif, dari FTP UGM menyatakan bahwa, pemuda harus berani untuk berwirausaha di sektor pertanian, karena sektor ini sesungguhnya memiliki potensi besar bagi pengembangan ekonomi desa. Waridjo selaku ketua gapoktan Tani Mulyo, Lukito PPL Imogiri dan FTP UGM akan membantu usaha yang dilakukan pemuda tani di Desa Sriharjo tersebut, dan berharap pemuda-pemuda di desa dapat mengembangkan usaha berbasis pertanian.

 

[dds/ddsulaeman@gmail.com]

Jpeg

Hari Peduli Sampah 2018: #4 Berapa Jumlah Sampah Di Daerah Istimewa Yogyakarta?

GIBNews,- Sama halnya dengan data nasional, data jumlah sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga tidak termuat dalam dokumen-dokumen statistik Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bila kita membaca buku statistik yang diterbitkan Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta seperti Statistik Lingkungan Hidup DIY, Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta ataupun Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Angka, maka kita tidak menjumpai adanya data jumlah sampah.

Jadi berapa perkiraan jumlah sampah di DIY?

Mari kita lihat data berikut ini:

  1. Jumlah penduduk DIY berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 sebanyak 3.467.489 jiwa [1].
  2. Rata-rata timbulan sampah perorangan di DIY sebesar 0,44 kg/orang/hari. Angka ini berdasarkan hasil inventarisasi timbulan sampah DIY tahun 2015 yang dilakukan oleh BLH DIY [2].
  3. Komposisi sampah 57% organik dan 43% an organik [3].

Maka dalam sehari penduduk DIY menghasilkan 1.525,7 ton sampah, dengan komposisi  872,2 ton sampah organik dan 653,4 ton sampah anorganik.

 

Referensi: [1]. Laporan Tahunan Pelaksanaan Program/Kegiatan 2015, Badan Lingkungan Hidup DIY; [2]. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Angka 2017, Badan Pusat Statistik Provinsi D.I. Yogyakarta; dan [3]. Statistik Lingkungan Hidup Daerah Istimewa Yogyakarta 2015/2016, Badan Pusat Statistik Provinsi D.I. Yogyakarta.

Foto: Koleksi Dede Sulaeman. Sampah di sempadan sungai Bedog.

[dds/email: ddsulaeman@gmail.com]

Melihat Bumi
TPA Sukabumi

Hari Peduli Sampah 2018: #2 Berapa Banyak Sampah Kita Hasilkan?

GIBNews,- Pertanyaan “berapa banyak sampah yang kita hasilkan?”, ternyata sulit dijawab. Badan Pusat Statistik dalam Buku Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2017 (BPS, 2017a) menyatakan bahwa “data terkait volume sampah pada setiap provinsi belum tersedia karena belum semua dinas kebersihan di kabupaten/ kota melaporkan data ini’.

Untuk itu kami akan tampilkan data-data yang bisa menggambarkan jumlah sampah yang kita hasilkan, yaitu:

  1. Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2016 sebanyak 258,7 juta orang (BPS, 2017b)
  2. Total sampah di Indonesia mencapai 187,2 juta ton per tahun (www.pikiran-rakyat.com).
  3. Sampah yang dihasilkan Indonesia secara keseluruhan mencapai 175.000 ton per hari atau 0,7 kilogram per orang (https://geotimes.co.id).
  4. Produksi sampah penduduk Indonesia 0,52 kg/jiwa (Jambeck et al., 2015).

Dengan perkiraan setiap penduduk menghasilkan 0,52 – 0,7 kilogram sampah per hari, maka total sampah yang kita hasilkan sebesar 134,5 -181,1 ribu ton per hari atau setara 49,1 – 66,1 juta ton per tahun.

 

Referensi:

1. Badan Pusat Statistik 2017a Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2017 Jakarta BPS

2. Badan Pusat Statistik 2017b Statistik Indonesia  Dalam Infografis 2017 Jakarta BPS

3. Jambeck JR, Geyer R, Wilcox C, Siegler TR, Perryman M, Andrady A, Narayan R, Law KL 2015 Plastic waste inputs from land into the ocean Science 347(6223): 768-71

4. http://www.pikiran-rakyat.com/nasional/2017/04/01/total-sampah-di-indonesia-capai-1872-juta-tontahun-397726

5. https://geotimes.co.id/arsip/2019-produksi-sampah-di-indonesia-671-juta-ton-sampah-per-tahun/

Foto: Koleksi Dede Sulaeman. Lokasi TPA Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

[dds/email: ddsulaeman@gmail.com]

Sampah di Lahan Sawah Dokaran

Hari Peduli Sampah 2018: #1 Sayangi Bumi, Bersihkan Dari Sampah

GIBNews,- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mendeklarasikan gerakan “Sayangi Bumi, Bersihkan Dari Sampah” pada Sabtu 20 Januari 2018 di areal komplek Kementerian LHK atau Arboretum Manggala Wana Bhakti. Acara ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2018 (HPSN 2018). Untuk mendukung ini di media sosial, dilakukan dengan tagar #BersihBisaKok.

Gerakan Irigasi Bersih ikut mendukung HPSN 2018 melalui penyebarluasan informasi pengelolaan sampah melalui website www.gerakanirigasibersih.or.id selama satu pekan mulai tanggal 20 sd 27 Februari 2018. Kami akan mamasang tagar (#) bernomor untuk berita terkait HPSN 2018.

Bagi pembaca yang memiliki pengalaman, kegiatan dan informasi lainnya terkait pengelolaan sampah, dapat mengirimkan naskah yang akan dipublikasikan di web GIB. Silahkan dikirim ke redaksi web GIB melalui email: gib.mtabantul@gmail.com. Kami tunggu partisipasi anda.

 

Foto berita: Lahan sawah yang tercemar sampah (Lokasi di Daerah Irigasi Dokaran, Kabupaten Bantul)

[dds/email: ddsulaeman@gmail.com]

Lokasi Distan Bantul

Subak Lestari Denpasar Kunjungi Gerakan Irigasi Bersih Bantul

GIBNews,- Tim dari Subak Lestari Denpasar mengunjungi Gerakan Irigasi Bersih “Merti Tirta Amartani” di Bantul, pada Rabu (19/10/2016). Mendampingi Tim Subak Lestari diantaranya Prof. Made dari universitas Udayana, Dinas Pertanian Kota Denpasar, Camat, Kepala Desa dan Pekaseh (Subak). Jumlah rombongan mencapai 30 orang.

Tamu dati Denpasar diterima Kepala Dinas Pertanian Bantul

Tamu Tim Subak Lestari Denpasar Bali  diterima Kepala Dinas Pertanian Bantul

Kunjungan Tim Subak Lestari di Bantul dimulai dengan diterima oleh Kepala Dinas Pertanian Bantul di ruang pertemuan Dinas Pertanian Bantul, Komplek Perkantoran Pemda Bantul. Dalam paparannya Tim Subak Lestari menyampaikan bahwa kunjungannya ke Bantul dalam rangka belajar mengenai kegiatan pengairan di Gerakan Irigasi Bersih, koperasi tani, dan pengelolaan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

Menurut Dinas Pertanian Kota Denpasar, luas area pertanian di Kota Denpasar sebesar 2.500 ha dan akan tetap dipertahankan agar lestari. Untuk itu diperlukan manajemen pengairan yang baik, koperasi tani yang dapat memfasilitasi kebutuhan budidaya dan penjualan hasil pertanian, dan menjaga agar luasan lahan pertanian tetap dapat dipertahankan.

Ketua GIB Sunardi Wiyono menyerahkan kenang-kenangan kepada Ketua Subak Lestari Denpasar

Ketua GIB Sunardi Wiyono menyerahkan kenang-kenangan kepada Ketua Subak Lestari Denpasar

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantul, Ir. Pulung Haryadi, M.Sc, menyampaikan terima kasih atas kunjungan tamu dari Denpasar, dan menyebutkan bahwa untuk aturan umum lahan pertanian pangan berkelanjutan Kabupaten Bantul telah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 04 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bantul Tahun 2010-2030. Berkaitan dengan aspek teknisnya akan diatur lebih lanjut dalam Perda. Usaha pengolahan hasil juga cukup berkembang di Bantul dan telah menembus pasar Jawa maupun luar jawa seperti peyek kacang, dan olahan pisang.

Tamu dari Subak Lestari Denpasar mengunjungi GP3A Satuhu sekaligus Koperasi Amboi di Bambanglipuro

Tamu dari Subak Lestari Denpasar mengunjungi GP3A Satuhu sekaligus Koperasi Amboi di Bambanglipuro

Kegiatan GIB yang dikunjungi oleh Tim Subak Lestari adalah Koperasi Amboi di Bambanglipuro yang bergerak dalam usaha pengolahan pisang. Ragam olahan pisang yang dihasilkan antara lain, dawet daun pisang, keripik jantung pisang, olahan kulit pisang dan batang pisang.

Tamu Subak Lestari mengunjungi GP3A Merdiko Kiri untuk berdiskusi tentang irigasi bersih

Tamu Subak Lestari mengunjungi GP3A Merdiko Kiri untuk berdiskusi tentang irigasi bersih

Kunjungan terakhir tamu dari Denpasar adalah di Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Merdiko Kanan di Sewon Bantul. Di lokasi ini peserta berdialog mengenai pengelolaan irigasi dan peran kelembagaan petani dalam menciptakan irigasi bersih.

 

[dds/email:gib.mtabantul@gmail.com]

Pelatihan Jurnalisme Warga

Jurnalisme Petani: Menulis Untuk Promosikan Pertanian dan Desa

GIBNews,- Fakultas Teknologi Pertanian UGM (FTP UGM) menyelenggarakan Pelatihan Jurnalisme Warga Untuk Pemuda Tani Kabupaten Bantul, di Balai Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Senin (10/10/2016). Kegiatan ini juga didukung oleh UNESCO, Pemda Bantul, Kompas dan Gerakan Irigasi Bersih (GIB) dengan tujuan agar petani dan masyarakat desa dapat menulis berita yang benar mengenai pertanian dan desa sehingga layak diinformasikan kepada masyarakat luas dan memberikan kemanfaatan ekonomi, sosial dan lingkungan.

Hadir dalam acara ini sebanyak 30 orang peserta yang merupakan petani dan wanita tani yang berasal dari Kelompok Tani/Kelompok Wanita Tani di Korwil GIB. Dari FTP UGM hadir Prof. Bambang, Prof. Sigit Supadmo Arif, dan Dr. Yayuk, sedangkan dari Alumni FTP UGM hadir Ir. Bayudono, M.Sc dan rekan-rekan lainnya.

Kepala Biro Kompas DIY mengajarkan cara menulis berita yang benar

Kepala Biro Kompas Yogyakarta mengajarkan cara menulis berita yang benar

Kepala Biro Kompas Yogyakarta, Bambang Sigap Sumantri, yang menjadi pembicara dalam pelatihan ini menyatakan bahwa menulis di media massa utamanya dapat menjalin kebersamaan dalam situasi kritis. Untuk itu diperlukan teknik menulis yang baik agar pembaca mendapatkan informasi yang jelas dan akurat. Bambang juga menyampaikan, dalam era digital, informasi dapat dituangkan secara lebih cepat dan berturutan berdasarkan waktu kejadiannya. Materi pelatihan yang disampaikan oleh Kepala Biro Kompas Yogyakarta meliputi jenis penyampaian berita, unsur berita, macam berita, dan cara penyajian berita. Pada pelatihan ini, peserta juga diminta untuk mencoba menulis mengenai aspek pertanian atau desanya masing-masing.

Prof Sigit Supadmo menyampaikan kenang-kenangan pada Bapak Bambang Sigap Sumantri

Prof Sigit Supadmo menyampaikan kenang-kenangan pada Bapak Bambang Sigap Sumantri

 

Dr. Andri mengajarkan penggunaan media digital dan internet untuk promosi pertanian dan kegiatan desa

Dr. Andri mengajarkan penggunaan media digital dan internet untuk promosi pertanian dan kegiatan desa

Pembicara kedua adalah Dr. Andri dari FTP UGM, yang mengupas jurnalisme warga di media internet. Menurut Andri, web pribadi atau kelompok dapat dijadikan sarana untuk mempromosikan usaha, keahlian diri maupun lokasi tertentu di desa yang dapat menimbulkan minat orang lain. Dengan demikian akan ada transaksi produk pertanian atau kunjungan ke desa untuk tujuan wisata.

 

[dds/email:gib.mtabantul@gmail.com]

Bersama

Bersama Bersihkan Irigasi Nglaren

GIBNews,- Petani, warga masyarakat, anggota Koramil, Desa Potorono, Pemda Bantul, Pemda DIY, dan mahasiwa bersama-sama bersihkan saluran irigasi Nglaren, di Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan, Bantul pada Rabu pagi (23/11/2016). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Nglaren yang merupakan salah satu GP3A anggota Gerakan Irigasi Bersih “Merti Tirta Amartani” Kabupaten Bantul.

Semangat dari sekitar 50 orang yang membersihkan irigasi terlihat sejak pukul tujuh pagi. Mereka terbagi menjadi 3 kelompok yaitu di lokasi bendung, saluran primer dan di saluran sekunder, dengan total saluran yang dibersihkan mencapai 500 meter lebih.

Pembersihan Saluran Primer

Pembersihan Saluran Primer

Satgas Operasi dan Pemeliharaan Irigasi (Satgas OP Irigasi) yang berasal dari Dinas SDA Bantul  bergabung  dengan unsur lainnya untuk membersihkan irigasi. Seperti dinyatakan Yitno selaku Kepala Seksi di Dinas SDA Bantul, Satgas OP Irigasi siap untuk ditugaskan dan membantu petani dalam pembersihan irigasi.

Pembersihan Saluran Sekunder

Pembersihan Saluran Sekunder

Anggota Koramil Banguntapan juga tampak sigap membersihkan irigasi. Menurut Supardjo, Ketua GP3A Nglaren, Koramil Banguntapan selalu membantu bila ada kegiatan petani sehingga kami berterima kasih dan menjadi lebih bersemangat dalam melaksanakan kegiatan.

Satgas OP Irigasi Membersihkan Saluran

Satgas OP Irigasi Membersihkan Saluran

Hal yang masih disayangkan oleh petani dan Badan Lingkungan Hidup DIY adalah belum menyeluruhnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sehingga masih saja dibuang ke sungai dan irigasi. untuk itu perlu diupayakan juga sosialisasi dan edukasi pada masyarakat tentang pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

 

[dds/email:gib.mtabantul@gmail.com]