Category: Berita

14 GP3A terima Alsintan WISMP II

GP3A Kelola Alat dan Mesin Pertanian

GIBNews,- Gerakan Irigasi Bersih memfasilitasi pertemuan dan diskusi pengelolaan alat mesin pertanian (Alsintan) bagi Gabungan Petani Pamakai Air (GP3A) di Kabupaten Bantul, Senin (16/10/2017), di Sekretarian GIB Keputren Pleret. Sebanyak 14 GP3A hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka adalah GP3A yang akan menerima bantuan Alsintan dari Program WISMP II melalui Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Dinas Pertautkan) Kabupaten Bantul. Sebanyak 8 GP3A akan mendapat mesin panen (combine harvester) dan 6 GP3A lainnya akan mendapat mesin dan sarana pembuatan pupuk organik.

Dalam pertemuan, Sunardi Wiyono, selaku Ketua GIB, menyatakan bahwa selama ini GP3A belum memiliki aset alat mesin pertanian, sehingga jika nanti GP3A mendapat bantuan Alsintan maka perlu adanya manajemen alsintan disamping manajemen tata air. GP3A dapat membuat bidang usaha yang berfungsi memanfaatkan alsintan tersebut.

Sunardi wiyono menambahkan, dalam mengelola alsintan perlu disiapkan operator yang dapat menjalankan mesin atau memproduksi pupuk, menyiapkan sistem pembukuan keuangan, pemeliharaan mesin,  mempromosikan persewaan alsintan, mempromosikan produk pupuk yang dihasilkan. Dengan demikian GP3A harus lebih aktif lagi mengembangkan inovasi dalam kelembagaan karena dengan adanya alsintan maka GP3A menjalankan usaha produktif alsintan sebagaimana halnya yang dilakukan oleh Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani.

GP3A yang akan menerima alsintan menyatakan siap untuk mengelola alsintan secara mandiri dan profesional. Sementara itu Dinas Pertautkan Bantul, mengharapkan agar alsintan yang nantinya diterima oleh GP3A mampu dikelola dengan baik dan memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat tani.

 

[dds/ddsulaeman@gmail.com]

Rapat Persiapan Ultah Ke 4 GIB

Gerakan Irigasi Bersih Siapkan HUT Ke-4

GIBNews,- Menyambut penyelenggaraan Hari Ulang Tahun Ke-4 Gerakan Irigasi Bersih (GIB), Pengurus GIB beserta Dinas Sumber Daya Air Bantul dan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, menyiapkan susunan acara dan lokasi dilaksanakan kegiatan HUT, pada Senin (23/01/2017) di Ruang Rapat Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, FTP UGM. Hadir dalam acara tersebut Ketua GIB, perwakilan Koordinator Wilayah GIB, Dinas PUPKP Bantul, dan FTP UGM.

Rapat Persiapan Ultah Ke 4 GIB
Rapat Persiapan Ultah Ke 4 GIB

Penyelenggaraan HUT rencananya dilaksanakan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro yang merupakan wilayah kerja Koordinator Wilayah 2 GIB dengan 10 GP3A yang siap untuk mendukung penyelenggaraan acara ini. Sunardi Wiyono, selaku Ketua GIB, menyatakan bahwa tahun ke empat ini merupakan jatah Koordinator Wilayah 2 GIB untuk penyelenggaraan HUT, karena pada tahun-tahun sebelumnya telah diselenggarakan di Desa Sriharjo, Imogiri (Korwil 3), Desa Timbulharjo, Sewon (Korwil 1), dan Desa Terong, Dlingo (Korwil 4).

Acara akan dilakukan pada tanggal 15-25 Maret 2017, dengan jenis acara meliputi:
– Kirab Budaya Mapag Toya dengan parade Gerobak Sapi dan Jatilan
– Pekan Irigasi Bersih
– Pameran Pangan Lokal
– Press Release HUT Ke-4 GIB
– Saresehan Lingkungan
– Pelatihan Pengolahan dan Pengemasan Pangan Lokal
– Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
– Penyuluhan dan Sosialisasi Penaatan Bangunan di Sempadan Irigasi
– Pementasan Wayang Kulit

Rancangan Acara
Rancangan Acara

Selanjutnya, GIB dan FTP UGM akan berkoordinasi dengan Instansi terkait di Kabupaten Bantul, DIY dan Pusat untuk dapat mendukung penyelenggaraan acara tersebut. Prof. Sigit Supadmo Arif dari FTP UGM selaku pembina GIB menyatakan bahwa acara ulang tahun ini ditujukan dari dan untuk seluruh petani di Kabupaten Bantul, serta memberi semangat pada seluruh para pihak yang ada di kabupaten Bantul untuk bersama-sama menciptakan irigasi bersih dan kesejahteraan masyarakat tani.

[dds/email:gib.mtabantul@gmail.com]

Jpeg

Mapag Toya 2016/2017 Daerah Irigasi Karang Ploso

GIB News,- Bupati Bantul yang diwakili Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kabupaten Bantul, Ir. Pulung Haryadi, M.Sc, memimpin acara Mapag Toya di Bendung Karang Ploso, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Jumat (16/12/2016) pagi.

mapak-toya

Acara Mapag Toya dimulai dengan sambutan dari Kepala Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Bantul, dan Ketua Gerakan irigasi Bersih “Merti Tirta Amartani”. Acara dilanjutkan dengan pengarahan Kepala BKP3 Kabupaten Bantul yang menyatakan bahwa kegiatan Mapag Toya sangat bermanfaat dalam rangka memulai musim tanam karena air yang dialirkan memalui saluran irigasi diharapkan dapat cukup untuk budidaya dan berkualitas baik.

“Dengan adanya kegiatan Mapag Toya, air irigasi di Daerah Irigasi Karang Ploso yang berasal dai Sungai Opak diharapkan memberikan manfaat bagi petani dalam berbudidaya sehingga dihasilkan panen yang optimal”, kata Pulung Haryadi.

Peserta menuju Bendung Karang Ploso

Peserta menuju Bendung Karang Ploso

Doa bagi keberkahan dan kemanfaatan air irigasi dalam rangka memulai musim tanam dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa oleh petani dan peserta yang hadir. Selanjutnya Kepala BKP3 Kabupaten Bantul membuka pintu bendung sebagai awal mengalirkan air ke irigasi dan lahan sawah, serta memotong tumpeng untuk dibagikan kepada peserta yang hadir.

Berdoa memohon keberkahan dalam melakukan budidaya

Berdoa memohon keberkahan dalam melakukan budidaya

 

Pemotongan tumpeng

Pemotongan tumpeng

Kegiatan Mapag Toya merupakan prosesi petani di Kabupaten Bantul dalam memulai musim tanam. Kegiatan ini diinisiasi oleh Gerakan Irigasi Bersih “Merti Tirta Amartani”, Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Bantul, Dinas Pertanian Kabupaten Bantul dan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada.

Hadir dalam kegiatan Mapag Toya adalah Camat Piyungan, Kepala Desa Sitimulyo, Kapolsek Piyungan, Dinas SDA Bantul, FTP UGM, Alumni FTP UGM, Komunitas Untuk Jogja (KUJ), dan Ketua GP3A se Kabupaten Bantul.

 

[dds/email:gib.mtabantul@gmail.com]

dsc_0289-kecil-web

Rencana Mapag Toya 2016/2017 Kabupaten Bantul

GIB News,- Dalam rangka memulai musim tanam padi tahun 2016/2017, petani di Kabupaten Bantul mengawalinya dengan membersihkan bendung, saluran irigasi dan berdoa di bendung yang disebut dengan Mapag Toya.

mapak-toya-k

Gerakan Irigasi Bersih “Merti Tirta Amartani” Kabupaten Bantul bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup DIY, Dinas Sumber Daya Air Bantul, dan Fakultas Teknologi Pertanian UGM akan menyelenggarakan Kegiatan Mapag Toya di Daerah Irigasi Karang Ploso di Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul pada tanggal 16 Desember 2016.

Kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Dies Natalis Fakultas Teknologi Pertanian UGM Ke 53. Kegiatan ini akan dihadiri oleh Bupati Bantul serta 43 (empat puluh tiga) Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) se Kabupaten Bantul, SKPD Kabupaten Bantul, Koramil Piyungan, Koramil Pleret, Koramil Banguntapan, Komunitas Sungai dan Lingkungan.

 

[dds/email: gib.mtabantul@gmail.com]

Jpeg

Tingkatkan Kebersihan Saluran Irigasi

GIB News,- Pertemuan antara GP3A Pijenan dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (Balai PSDA) dilaksanakan pada Kamis (07/03/2016) di Kantor Kejuron Bambon, Sanden, Bantul. Pertemuan rutin ini difasilitasi oleh Balai PSDA untuk membahas waktu tanam dan pembagian air di masing-masing GP3A dan P3A, serta pemecahan masalah yang dialami oleh petani.

Lokasi pertemuan koordinasi GP3A Pijenen

Lokasi pertemuan koordinasi GP3A Pijenen

Hadir dalam pertemuan ini pengurus IP3A Pijenan, GP3A Pijenan Kanan, GP3A Pijenen Kiri dan GP3A Pijenen Hulu, petugas OP Balai PSDA DIY, wakil Kecamatan dan Desa serta Ketua dan Sekretaris GIB MTA. Daerah Irigasi Pijenan kewenangan pengelolaannya berada di Dinas PUPESDM DIY.

Ketua dan sekretaris GIB hadir di pertemuan

Ketua dan sekretaris GIB hadir di pertemuan

Terkait dengan kebersihan saluran, DI Pijenan juga berada pada kondisi yang tercemar oleh sampah. Di beberapa lokasi terdapat sampah mengendap dan adapula yang menghambat aliran air di pintu pembagi. Pelaksanaan operasi menjadi terkendala dengan adanya pencemaran sampah. Pemeliharaan saluran dilakukan oleh petugas Operasi dan Pemeliharaan dari Balai PSDA DIY dan anggota GP3A maupun anggota P3A. Namun demikian kesadaran untuk berpartisipasi dalam pemeliharaan masih perlu ditingkatkan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Gerakan Irigasi Bersih Merti Tirta Amartani, Sunardi Wiyono, menyatakan bahwa Gerakan Irigasi Bersih merupakan gerakan seluruh petani di Kabupaten Bantul untuk menciptakan irigasi bersih dari sampah sehingga dapat meningkatkan hasil dan kualitas pertanian. Untuk menciptakan irigasi bersih diperlukan kerjasama dan kegiatan rutin dari petani yang dikoordinasi oleh GP3A dalam membersikan irigasi minimal tiga kali dalam setahun, yaitu ketika akan memulai musim tanam.

 

[dds/email: gib.mtabantul@gmail.com]

Jpeg

Penutupan Kegiatan HAD 2016 dan HUT Ke 3 GIB

GIB News,- Sebagai penutup dari kegiatan Peringatan Hari Air Dunia 2016 dan Hari Ulang Tahun Ke-3 Gerakan Irigasi Bersih-Merti Tirta Amartani (GIB-MTA) Kabupaten Bantul, diselenggarakan pertunjukan kesenian rakyat berupa pementasan wayang kulit di Bale Desa Terong, Selasa malam (26/03/2016).

Pementasan Wayang Kulit

Pementasan Wayang Kulit

Ketua GIB-MTA, Sunardi Wiyono, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara dengan baik. Rangkaian acara ini berlangsung selama satu minggu di Kabupaten Bantul dan kegiatan utama dipusatkan di Desa Terong Kecamatan Dlingo.

“Kepada masyarakat Desa Terong, Ketua GP3A Terong, Kepala Desa Terong, Camat Dlingo kami ucapkan terima kasih telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan sukses”, ujar Sunardi Wiyono.

Sambutan Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Bantul

Sambutan Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Bantul

Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Bantul sebagai SKPD utama mitra kegiatan ini telah memberikan banyak kontribusi bagi acara-acara yang dilaksanakan. Selain itu Alumni Fakultas Teknologi Pertanian UGM juga tetap menjadi penopang penyelenggaraan acara ini mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga selesainya kegiatan.

Sambutan Perwakilan Alumni FTP UGM

Sambutan Perwakilan Alumni FTP UGM

Perwakianl Alumni Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Sigit Supadmo Arif, mengharapkan agar kegiatan masyarakat dalam gerakan irigasi bersih dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan pementasan wayang kulit, seluruh rangkaian acara dalam rangka HAD 2016 dan HUT Ke 3 GIB MTA telah selesai dilaksanakan dengan harapan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.

 

[dds/email: gib.mtabantul@gmail.com]

Jpeg

Saresehan Pengelolaan Lingkungan

GIB News,- Menciptakan irigasi bersih bukanlah hal yang mudah karena sumber pencemar berupa sampah dan limbah cair berasal dari sungai akibat aktivitas masyarakat yang tidak ramah lingkungan. Tercemarnya air irigasi bukan semata disebabkan karena buangan sampah rumah tangga dan limbah atau residu pertanian ke saluran irigasi, namun air yang mengalir dari sungai juga telah membawa berbagai bahan pencemar.

Acara Saresehan Pengelolaan Lingkungan

Acara Saresehan Pengelolaan Lingkungan

Hal inilah yang didiskusikan dalam acara Saresehan Lingkungan yang bertema “Mencari Solusi Pengendalian Pencemaran Sungai Dan Irigasi Serta Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah” di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Bantul, Selasa siang (26/03/2016). Saresehan yang dibuka oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM menghadirkan pembicara dari Dinas Pekerjaan Umum DIY, Badan Lingkungan Hidup DIY, Walhi Yogyakarta, Pemerti Kali Code dan Fakultas Teknologi Pertanian UGM.

Pengelolaan sumber daya air temasuk air yang digunakan oleh petani yang disalurkan melalui jaringan irigasi perlu dilakukan secara terpadu oleh semua pihak. Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya memiliki peran untuk membangun infrastruktur pengelolaan sumber daya air yang memadai, menerapkan sistem pengelolaan yang efektif, memantau kualitas air dan menerapkan sanksi pada pelanggar, dan mendorong masyarakat untuk berperan dalam pengelolaan.

Peserta Saresehan Peduli Lingkungan

Peserta Saresehan Peduli Lingkungan

Kelompok masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Universitas juga memiliki peran yang strategis dalam menciptakan kondisi sumber daya air yang berkelanjutann. Masyarakat memiliki peran untuk menjaga lingkungan sumber daya air dengan pemanfaatan yang ramah lingkungan seperti tidak membuang sampah dan limbah ke sungai, berpartisipasi dalam pemeliharaan sungai sesuai dengan kemampuan dan budaya masyarakat. Lembaga Swadaya Masyarakat dapat menjadi mitra dan penyeimbang dalam pengelolaan sumber daya air yang dilakukan oleh Pemerintah/Pemda dan msayarakat. Sedangkan Universitas sebagai lembaga yang memiliki tugas Tri Dharma berperan dalam pendidikan, penelitian dan pengamdian masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.

Kegiatan saresehan ini masuk dalam rangkaian acara Peringatan Hari Air Dunia 2016 Dan Hari Ulang Tahun Ke-3 Gerakan Irigasi Bersih-Merti Tirta Amartani (GIB-MTA) Kabupaten Bantul yang dipusatkan di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

 

 

[dds/email: gib.mtabantul@gmail.com]

Jpeg

Dlingo Gelar Kirab Budaya Mapag Toya

GIB News,- Bupati Bantul memimpin Gelar Budaya Mapag Toya yang dilaksanakan Sabtu pagi (26/03/2016) di Bendung Miri, Desa Terong – Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Peringatan Hari Air Dunia 2016 Dan Hari Ulang Tahun Ke-3 Gerakan Irigasi Bersih-Merti Tirta Amartani (Gib-MTA) Kabupaten Bantul.

Kirab Budaya Mapak Toya Diiringi Drum Band Pelajar Sekolah Dasar

Kirab Budaya Mapak Toya Diiringi Drum Band Pelajar Sekolah Dasar

Dalam sambutannya, Bupati Bantul H. Suharsono, menyatakan bahwa budaya mengenai air dan pertanian perlu terus dipelihara dan diterapkan oleh masyarakat karena akan mampu menjaga keluhuran budaya dan masyarakat itu sendiri.

 

“Kegiatan Mapag Toya menjadi bagian dari kehidupan petani kita untuk memulai musim tanam agar air yang akan digunakan dapat sesuai dengan kebutuhan jumlah dan kualitasnya” tutur H. Suharsono.

 

Kegiatan Mapag Toya merupakan sebuah aktivitas yang dilakukan oleh petani sebelum memulai menanam padi. Kegiatannya berupa pembersihan bendung dan saluran irigasi agar air yang mengalir menjadi lancar dan bersih, dan berdoa di bendung agar air yang dialirkan dan digunakan untuk budidaya tanaman dapat menghasilkan panen yang melimpah.

Solawatan pada acara Kirab Budaya Mapak Toya

Solawatan pada acara Kirab Budaya Mapag Toya

Pada acara hari ini, kegiatan Mapag Toyo sekaligus dimeriahkan dengan gelar budaya dari masyarakat Desa Terong yaitu jatilan, sholawatan dan drum band. Acara dipusatkan di Bendung Miri dipimpin oleh Bupati Bantul dan dihadiri Kepala Dinas Sumber Daya Air Bantul, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, perwakilan SKPD Bantul, Camat Dlingo, Lurah Terong, Ketua GIB-MTA, dan GP3A se Kabupaten Bantul serta masyarakat tani.

 

[dds/email: gib.mtabantul@gmail.com]

Jpeg

Pengelolaan Sampah Desa Kembaran Kebumen

GIB News,- Bak penampungan sampah ternyata menjadi masalah bagi warga yang rumahnya dekat dengan bak sampah. Hal ini terjadi karena banyaknya sampah yang dibuang dan tidak teraturnya pengangkutan sampah ke tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah. Atas kejadian tersebut, Kepala Desa Kembaran, Suparno, berinisiatif untuk mengangkut secara rutin sampah yang ada sekaligus mengolahnya di tempat pengolahan sampah terpadu.

Jpeg

Bangunan Bank Sampah Desa Kembaran

Sebelumnya di Desa Kembaran telah ada paguyuban kebersihan lingkungan atau Pakeling yang bertugas untuk mengangkut sampah dari lingkungan RT atau RW untuk dibuang di bak sampah yang dibangun di pinggir jalan. Jumlah yang terus meningkat dan pengangkutan sampah ke TPA yang tidak rutin membuat pemandangan dan bau tidak sedap menyebar ke lingkungan sekitar.

Tempat pembuangan sampah terpadu yang dirancang akan ditingkatkan menjadi bank sampah bagi 450 kepala keluarga atau sekitar 1.700 jiwa warga Desa Kembaran. Bank sampah menggunakan tanah desa seluas 980 meter persegi yang berada di tengah sawah, dengan pembangunan beberapa fasilitas berasal dari Desa dan Pemda Kebumen.

Pengelolaan sampah akan dilakukan oleh desa melalui badan usaha milik desa. Jenis pengelolaan sampah meliputi pembuatan kompos, pupuk cair, pemilahan sampah an organik dan pembuatan briket dari sampah an organik.

 

[dds/email: gib.mtabantul@gmail.com]

berita_Irigasi_Bersih_Dilombakan_dsc_0268

Indonesia Rindu Sungai Bersih

GIB News,- Sejak jaman dahulu sungai memberi peran penting bagi kehidupan masyarakat. Tidak hanya bagi yang berada dekat dengan sungai, namun secara keseluruhan sungai menjadi sumber kegiatan sosial-ekonomi masyarakat.

Continue Reading