Tag: GIB

Layanan Alsintan

GP3A Layani Jasa Alsintan

GIBNews,- Memiliki dan mengelola alat mesin pertanian menjadi berkah bagi delapan GP3A di Kabupaten Bantul. Melalui Program WISMP II tahun 2017 yang disalurkan melalui Dinas Pertautkan Kabupaten Bantul, kedelapan GP3A tersebut diberi aset berupa mesin panen (cobine harvester) untuk dapat digunakan di kelompoknya maupun di kelompok yang lain.

Adnan Mawardi, pengurus GP3A Dokaran menyatakan, mesin panen sudah disewa oleh petani setempat dengan biaya Rp. 250.000 per 1000 meter persegi luasan panen. Pada Musim panen yang lalu GP3A Dokaran mendapat orden panen padi seluas lebih dari 5 hektar. Menurut Adnan Mawardi masyarakat tani mulai dikenalkan panen menggunakan mesin yang dapat menghemat biaya dan meningkatkan hasil pengumpulan panen.

Di GP3A Karang Ploso Kanan, Sunardi Wiyono juga menyatakan bahwa GP3Anya sudah mengoperasikan mesin panen mecapai lebih dari 6 hektar. Operator mesin panen merupakan anggota GP3A yang telah dilatih oleh penyedia alat dan Dinas Pertautkan Kabupaten Bantul.

Tantangan yang ada, menurut Adnan, mesin panen belum dikenal oleh masyarakat tani sehingga masih sedikit yang memanfaatkan. Walaupun menurutnya untuk mencari tenaga panen harus mendatangkan pekerja dari daerah lain seperti dari Kabupaten Gunung Kidul.

Ke depan, Adnan dan Sunardi akan terus mempromosikan jasa mesin panen kepada anggota dan kelompok lainnya agar aset yang dimiliki dapat bergerak produktif, meningkatkan hasil panen dan mendukung pengembangan organisasi GP3A.

 

[dds/ddsulaeman@gmail.com]

Pertemuan di BPP Imogiri

Karang Taruna Sriharjo Siapkan Usaha Berbasis Pertanian

GIBNews,- Karang Taruna di Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul sedang menyiapkan usaha berbasis pertanian sebagai salah satu bentuk pengembangan ekonomi desa dan kewirausahaan pemuda. Anton selaku Ketua Karang Taruna Sriharjo menyatakan saat ini pemuda lebih tertarik untuk bekerja sebagai buruh pabrik dibandingkan menjadi petani karena pertanian dianggap pekerjaan yang tidak menjanjikan secara ekonomi. Pengetahuan dan permodalan juga menjadi kendala dalam memulai usaha.

Melalui pertemuan dengan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Imogiri, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Mulyo Imogiri, di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian Imogiri, Rabu (18/7), Anton merancang usaha pasca panen dan pengolahan kedelai lokal, budidaya lele, dan pembuatan kompos. Usaha kedelai lokal akan bermitra dengan pelaku usaha kedelai yang memasok bahan baku ke industri, selain itu akan diupayakan juga mengolah kedelai menjadi sari kedelai dan tepung kedelai.

Untuk budidaya lele, Anton akan menggunakan metode bioflok, yaitu sistem pemeliharaan ikan lele dengan menumbuhkan suatu mikroorganisme, yang memiliki fungsi untuk menggelola limbah budidaya itu sendiri, hingga menjadi gumpalan kecil (floc) yang di manfaatkan langsung sebagai makanan alami lele. Sedangkan usaha pembuatan kompos akan memanfaatkan limbah peternakan dan pertanian di sekitar Desa Sriharjo.

Prof. Sigit Supadmo Arif, dari FTP UGM menyatakan bahwa, pemuda harus berani untuk berwirausaha di sektor pertanian, karena sektor ini sesungguhnya memiliki potensi besar bagi pengembangan ekonomi desa. Waridjo selaku ketua gapoktan Tani Mulyo, Lukito PPL Imogiri dan FTP UGM akan membantu usaha yang dilakukan pemuda tani di Desa Sriharjo tersebut, dan berharap pemuda-pemuda di desa dapat mengembangkan usaha berbasis pertanian.

 

[dds/ddsulaeman@gmail.com]

Pelatihan Jurnalisme Warga

Jurnalisme Petani: Menulis Untuk Promosikan Pertanian dan Desa

GIBNews,- Fakultas Teknologi Pertanian UGM (FTP UGM) menyelenggarakan Pelatihan Jurnalisme Warga Untuk Pemuda Tani Kabupaten Bantul, di Balai Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Senin (10/10/2016). Kegiatan ini juga didukung oleh UNESCO, Pemda Bantul, Kompas dan Gerakan Irigasi Bersih (GIB) dengan tujuan agar petani dan masyarakat desa dapat menulis berita yang benar mengenai pertanian dan desa sehingga layak diinformasikan kepada masyarakat luas dan memberikan kemanfaatan ekonomi, sosial dan lingkungan.

Hadir dalam acara ini sebanyak 30 orang peserta yang merupakan petani dan wanita tani yang berasal dari Kelompok Tani/Kelompok Wanita Tani di Korwil GIB. Dari FTP UGM hadir Prof. Bambang, Prof. Sigit Supadmo Arif, dan Dr. Yayuk, sedangkan dari Alumni FTP UGM hadir Ir. Bayudono, M.Sc dan rekan-rekan lainnya.

Kepala Biro Kompas DIY mengajarkan cara menulis berita yang benar

Kepala Biro Kompas Yogyakarta mengajarkan cara menulis berita yang benar

Kepala Biro Kompas Yogyakarta, Bambang Sigap Sumantri, yang menjadi pembicara dalam pelatihan ini menyatakan bahwa menulis di media massa utamanya dapat menjalin kebersamaan dalam situasi kritis. Untuk itu diperlukan teknik menulis yang baik agar pembaca mendapatkan informasi yang jelas dan akurat. Bambang juga menyampaikan, dalam era digital, informasi dapat dituangkan secara lebih cepat dan berturutan berdasarkan waktu kejadiannya. Materi pelatihan yang disampaikan oleh Kepala Biro Kompas Yogyakarta meliputi jenis penyampaian berita, unsur berita, macam berita, dan cara penyajian berita. Pada pelatihan ini, peserta juga diminta untuk mencoba menulis mengenai aspek pertanian atau desanya masing-masing.

Prof Sigit Supadmo menyampaikan kenang-kenangan pada Bapak Bambang Sigap Sumantri

Prof Sigit Supadmo menyampaikan kenang-kenangan pada Bapak Bambang Sigap Sumantri

 

Dr. Andri mengajarkan penggunaan media digital dan internet untuk promosi pertanian dan kegiatan desa

Dr. Andri mengajarkan penggunaan media digital dan internet untuk promosi pertanian dan kegiatan desa

Pembicara kedua adalah Dr. Andri dari FTP UGM, yang mengupas jurnalisme warga di media internet. Menurut Andri, web pribadi atau kelompok dapat dijadikan sarana untuk mempromosikan usaha, keahlian diri maupun lokasi tertentu di desa yang dapat menimbulkan minat orang lain. Dengan demikian akan ada transaksi produk pertanian atau kunjungan ke desa untuk tujuan wisata.

 

[dds/email:gib.mtabantul@gmail.com]

Bersama

Bersama Bersihkan Irigasi Nglaren

GIBNews,- Petani, warga masyarakat, anggota Koramil, Desa Potorono, Pemda Bantul, Pemda DIY, dan mahasiwa bersama-sama bersihkan saluran irigasi Nglaren, di Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan, Bantul pada Rabu pagi (23/11/2016). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Nglaren yang merupakan salah satu GP3A anggota Gerakan Irigasi Bersih “Merti Tirta Amartani” Kabupaten Bantul.

Semangat dari sekitar 50 orang yang membersihkan irigasi terlihat sejak pukul tujuh pagi. Mereka terbagi menjadi 3 kelompok yaitu di lokasi bendung, saluran primer dan di saluran sekunder, dengan total saluran yang dibersihkan mencapai 500 meter lebih.

Pembersihan Saluran Primer

Pembersihan Saluran Primer

Satgas Operasi dan Pemeliharaan Irigasi (Satgas OP Irigasi) yang berasal dari Dinas SDA Bantul  bergabung  dengan unsur lainnya untuk membersihkan irigasi. Seperti dinyatakan Yitno selaku Kepala Seksi di Dinas SDA Bantul, Satgas OP Irigasi siap untuk ditugaskan dan membantu petani dalam pembersihan irigasi.

Pembersihan Saluran Sekunder

Pembersihan Saluran Sekunder

Anggota Koramil Banguntapan juga tampak sigap membersihkan irigasi. Menurut Supardjo, Ketua GP3A Nglaren, Koramil Banguntapan selalu membantu bila ada kegiatan petani sehingga kami berterima kasih dan menjadi lebih bersemangat dalam melaksanakan kegiatan.

Satgas OP Irigasi Membersihkan Saluran

Satgas OP Irigasi Membersihkan Saluran

Hal yang masih disayangkan oleh petani dan Badan Lingkungan Hidup DIY adalah belum menyeluruhnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sehingga masih saja dibuang ke sungai dan irigasi. untuk itu perlu diupayakan juga sosialisasi dan edukasi pada masyarakat tentang pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

 

[dds/email:gib.mtabantul@gmail.com]

14 GP3A terima Alsintan WISMP II

GP3A Kelola Alat dan Mesin Pertanian

GIBNews,- Gerakan Irigasi Bersih memfasilitasi pertemuan dan diskusi pengelolaan alat mesin pertanian (Alsintan) bagi Gabungan Petani Pamakai Air (GP3A) di Kabupaten Bantul, Senin (16/10/2017), di Sekretarian GIB Keputren Pleret. Sebanyak 14 GP3A hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka adalah GP3A yang akan menerima bantuan Alsintan dari Program WISMP II melalui Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Dinas Pertautkan) Kabupaten Bantul. Sebanyak 8 GP3A akan mendapat mesin panen (combine harvester) dan 6 GP3A lainnya akan mendapat mesin dan sarana pembuatan pupuk organik.

Dalam pertemuan, Sunardi Wiyono, selaku Ketua GIB, menyatakan bahwa selama ini GP3A belum memiliki aset alat mesin pertanian, sehingga jika nanti GP3A mendapat bantuan Alsintan maka perlu adanya manajemen alsintan disamping manajemen tata air. GP3A dapat membuat bidang usaha yang berfungsi memanfaatkan alsintan tersebut.

Sunardi wiyono menambahkan, dalam mengelola alsintan perlu disiapkan operator yang dapat menjalankan mesin atau memproduksi pupuk, menyiapkan sistem pembukuan keuangan, pemeliharaan mesin,  mempromosikan persewaan alsintan, mempromosikan produk pupuk yang dihasilkan. Dengan demikian GP3A harus lebih aktif lagi mengembangkan inovasi dalam kelembagaan karena dengan adanya alsintan maka GP3A menjalankan usaha produktif alsintan sebagaimana halnya yang dilakukan oleh Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani.

GP3A yang akan menerima alsintan menyatakan siap untuk mengelola alsintan secara mandiri dan profesional. Sementara itu Dinas Pertautkan Bantul, mengharapkan agar alsintan yang nantinya diterima oleh GP3A mampu dikelola dengan baik dan memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat tani.

 

[dds/ddsulaeman@gmail.com]

dsc_0289-kecil-web

Rencana Mapag Toya 2016/2017 Kabupaten Bantul

GIB News,- Dalam rangka memulai musim tanam padi tahun 2016/2017, petani di Kabupaten Bantul mengawalinya dengan membersihkan bendung, saluran irigasi dan berdoa di bendung yang disebut dengan Mapag Toya.

mapak-toya-k

Gerakan Irigasi Bersih “Merti Tirta Amartani” Kabupaten Bantul bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup DIY, Dinas Sumber Daya Air Bantul, dan Fakultas Teknologi Pertanian UGM akan menyelenggarakan Kegiatan Mapag Toya di Daerah Irigasi Karang Ploso di Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul pada tanggal 16 Desember 2016.

Kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Dies Natalis Fakultas Teknologi Pertanian UGM Ke 53. Kegiatan ini akan dihadiri oleh Bupati Bantul serta 43 (empat puluh tiga) Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) se Kabupaten Bantul, SKPD Kabupaten Bantul, Koramil Piyungan, Koramil Pleret, Koramil Banguntapan, Komunitas Sungai dan Lingkungan.

 

[dds/email: gib.mtabantul@gmail.com]

Jpeg

Tingkatkan Kebersihan Saluran Irigasi

GIB News,- Pertemuan antara GP3A Pijenan dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (Balai PSDA) dilaksanakan pada Kamis (07/03/2016) di Kantor Kejuron Bambon, Sanden, Bantul. Pertemuan rutin ini difasilitasi oleh Balai PSDA untuk membahas waktu tanam dan pembagian air di masing-masing GP3A dan P3A, serta pemecahan masalah yang dialami oleh petani.

Lokasi pertemuan koordinasi GP3A Pijenen

Lokasi pertemuan koordinasi GP3A Pijenen

Hadir dalam pertemuan ini pengurus IP3A Pijenan, GP3A Pijenan Kanan, GP3A Pijenen Kiri dan GP3A Pijenen Hulu, petugas OP Balai PSDA DIY, wakil Kecamatan dan Desa serta Ketua dan Sekretaris GIB MTA. Daerah Irigasi Pijenan kewenangan pengelolaannya berada di Dinas PUPESDM DIY.

Ketua dan sekretaris GIB hadir di pertemuan

Ketua dan sekretaris GIB hadir di pertemuan

Terkait dengan kebersihan saluran, DI Pijenan juga berada pada kondisi yang tercemar oleh sampah. Di beberapa lokasi terdapat sampah mengendap dan adapula yang menghambat aliran air di pintu pembagi. Pelaksanaan operasi menjadi terkendala dengan adanya pencemaran sampah. Pemeliharaan saluran dilakukan oleh petugas Operasi dan Pemeliharaan dari Balai PSDA DIY dan anggota GP3A maupun anggota P3A. Namun demikian kesadaran untuk berpartisipasi dalam pemeliharaan masih perlu ditingkatkan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Gerakan Irigasi Bersih Merti Tirta Amartani, Sunardi Wiyono, menyatakan bahwa Gerakan Irigasi Bersih merupakan gerakan seluruh petani di Kabupaten Bantul untuk menciptakan irigasi bersih dari sampah sehingga dapat meningkatkan hasil dan kualitas pertanian. Untuk menciptakan irigasi bersih diperlukan kerjasama dan kegiatan rutin dari petani yang dikoordinasi oleh GP3A dalam membersikan irigasi minimal tiga kali dalam setahun, yaitu ketika akan memulai musim tanam.

 

[dds/email: gib.mtabantul@gmail.com]

Jpeg

Penutupan Kegiatan HAD 2016 dan HUT Ke 3 GIB

GIB News,- Sebagai penutup dari kegiatan Peringatan Hari Air Dunia 2016 dan Hari Ulang Tahun Ke-3 Gerakan Irigasi Bersih-Merti Tirta Amartani (GIB-MTA) Kabupaten Bantul, diselenggarakan pertunjukan kesenian rakyat berupa pementasan wayang kulit di Bale Desa Terong, Selasa malam (26/03/2016).

Pementasan Wayang Kulit

Pementasan Wayang Kulit

Ketua GIB-MTA, Sunardi Wiyono, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara dengan baik. Rangkaian acara ini berlangsung selama satu minggu di Kabupaten Bantul dan kegiatan utama dipusatkan di Desa Terong Kecamatan Dlingo.

“Kepada masyarakat Desa Terong, Ketua GP3A Terong, Kepala Desa Terong, Camat Dlingo kami ucapkan terima kasih telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan sukses”, ujar Sunardi Wiyono.

Sambutan Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Bantul

Sambutan Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Bantul

Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Bantul sebagai SKPD utama mitra kegiatan ini telah memberikan banyak kontribusi bagi acara-acara yang dilaksanakan. Selain itu Alumni Fakultas Teknologi Pertanian UGM juga tetap menjadi penopang penyelenggaraan acara ini mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga selesainya kegiatan.

Sambutan Perwakilan Alumni FTP UGM

Sambutan Perwakilan Alumni FTP UGM

Perwakianl Alumni Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Sigit Supadmo Arif, mengharapkan agar kegiatan masyarakat dalam gerakan irigasi bersih dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan pementasan wayang kulit, seluruh rangkaian acara dalam rangka HAD 2016 dan HUT Ke 3 GIB MTA telah selesai dilaksanakan dengan harapan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.

 

[dds/email: gib.mtabantul@gmail.com]

Jpeg

Saresehan Pengelolaan Lingkungan

GIB News,- Menciptakan irigasi bersih bukanlah hal yang mudah karena sumber pencemar berupa sampah dan limbah cair berasal dari sungai akibat aktivitas masyarakat yang tidak ramah lingkungan. Tercemarnya air irigasi bukan semata disebabkan karena buangan sampah rumah tangga dan limbah atau residu pertanian ke saluran irigasi, namun air yang mengalir dari sungai juga telah membawa berbagai bahan pencemar.

Acara Saresehan Pengelolaan Lingkungan

Acara Saresehan Pengelolaan Lingkungan

Hal inilah yang didiskusikan dalam acara Saresehan Lingkungan yang bertema “Mencari Solusi Pengendalian Pencemaran Sungai Dan Irigasi Serta Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah” di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Bantul, Selasa siang (26/03/2016). Saresehan yang dibuka oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM menghadirkan pembicara dari Dinas Pekerjaan Umum DIY, Badan Lingkungan Hidup DIY, Walhi Yogyakarta, Pemerti Kali Code dan Fakultas Teknologi Pertanian UGM.

Pengelolaan sumber daya air temasuk air yang digunakan oleh petani yang disalurkan melalui jaringan irigasi perlu dilakukan secara terpadu oleh semua pihak. Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya memiliki peran untuk membangun infrastruktur pengelolaan sumber daya air yang memadai, menerapkan sistem pengelolaan yang efektif, memantau kualitas air dan menerapkan sanksi pada pelanggar, dan mendorong masyarakat untuk berperan dalam pengelolaan.

Peserta Saresehan Peduli Lingkungan

Peserta Saresehan Peduli Lingkungan

Kelompok masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Universitas juga memiliki peran yang strategis dalam menciptakan kondisi sumber daya air yang berkelanjutann. Masyarakat memiliki peran untuk menjaga lingkungan sumber daya air dengan pemanfaatan yang ramah lingkungan seperti tidak membuang sampah dan limbah ke sungai, berpartisipasi dalam pemeliharaan sungai sesuai dengan kemampuan dan budaya masyarakat. Lembaga Swadaya Masyarakat dapat menjadi mitra dan penyeimbang dalam pengelolaan sumber daya air yang dilakukan oleh Pemerintah/Pemda dan msayarakat. Sedangkan Universitas sebagai lembaga yang memiliki tugas Tri Dharma berperan dalam pendidikan, penelitian dan pengamdian masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.

Kegiatan saresehan ini masuk dalam rangkaian acara Peringatan Hari Air Dunia 2016 Dan Hari Ulang Tahun Ke-3 Gerakan Irigasi Bersih-Merti Tirta Amartani (GIB-MTA) Kabupaten Bantul yang dipusatkan di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

 

 

[dds/email: gib.mtabantul@gmail.com]

Jpeg

Pembersihan Irigasi Merdiko Kiri

GIB News,-

Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Merdiko Kiri, Dinas Sumber Daya Air Bantul dan Gerakan Irigasi Bersih (GIB-MTA) melakukan pembersihan saluran irigasi di Daerah Irigasi Merdiko Kiri, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, pada Kamis pagi (21/01/2016).

Kegiatan Pembersihan DI Merdiko

Kegiatan Pembersihan DI Merdiko

Sebanyak 35 orang dari petani dan petugas Dinas SDA Bantul secara bersama-sama membersihkan saluran air di bendung dan sepanjang 300 meter saluran. Alat berat dari Dinas SDA Bantul juga digunakan untuk membantu proses pembersihan dan pengangkatan sedimen dari saluran. Kepala Seksi OP Dinas SDA Bantul, Yitno, menyatakan bahwa instansinya siap membantu GP3A untuk pemeliharaan irigasi seperti pembersihan yang dilakukan hari ini.

“Kami siap membantu GP3A yang memerlukan pembersihan saluran irigasi, termasuk tenaga dari Satgas OP dan alat berat bila diperlukan” ujar Yitno.

Proses Pembersihan DI Merdiko

Proses Pembersihan DI Merdiko

Menurut Ketua GP3A Merdiko Kiri, Supardiono, kondisi saluran yang banyak sampah dan sedimen menyebabkan aliran air terhambat. Petani mengalami kesulitan dan keterlambatan dalam mendapatkan air karena aliran air kecil. Untuk itu, pembersihan yang dilakukan saat ini sangat membantu mengurangi sedimen dan sampah di saluran sehingga menjadi bersih.

“Kami petani pemakai air sangat terbantu  dengan pembersihan saluran irigasi ini. Semoga air menjadi lebih lancar sampai di sawah kami” kata Supardiono.

Petani dan Dinas SDA Bantul berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara berkala untuk menjaga saluran tetap dalam kondisi terpelihara sehingga memberikan kemanfaatan yang besar bagi masyarakat tani.

[dds/gib.mtabantul@gmail.com]