Tag: Petani

Bersama

Bersama Bersihkan Irigasi Nglaren

GIBNews,- Petani, warga masyarakat, anggota Koramil, Desa Potorono, Pemda Bantul, Pemda DIY, dan mahasiwa bersama-sama bersihkan saluran irigasi Nglaren, di Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan, Bantul pada Rabu pagi (23/11/2016). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Nglaren yang merupakan salah satu GP3A anggota Gerakan Irigasi Bersih “Merti Tirta Amartani” Kabupaten Bantul.

Semangat dari sekitar 50 orang yang membersihkan irigasi terlihat sejak pukul tujuh pagi. Mereka terbagi menjadi 3 kelompok yaitu di lokasi bendung, saluran primer dan di saluran sekunder, dengan total saluran yang dibersihkan mencapai 500 meter lebih.

Pembersihan Saluran Primer

Pembersihan Saluran Primer

Satgas Operasi dan Pemeliharaan Irigasi (Satgas OP Irigasi) yang berasal dari Dinas SDA Bantul  bergabung  dengan unsur lainnya untuk membersihkan irigasi. Seperti dinyatakan Yitno selaku Kepala Seksi di Dinas SDA Bantul, Satgas OP Irigasi siap untuk ditugaskan dan membantu petani dalam pembersihan irigasi.

Pembersihan Saluran Sekunder

Pembersihan Saluran Sekunder

Anggota Koramil Banguntapan juga tampak sigap membersihkan irigasi. Menurut Supardjo, Ketua GP3A Nglaren, Koramil Banguntapan selalu membantu bila ada kegiatan petani sehingga kami berterima kasih dan menjadi lebih bersemangat dalam melaksanakan kegiatan.

Satgas OP Irigasi Membersihkan Saluran

Satgas OP Irigasi Membersihkan Saluran

Hal yang masih disayangkan oleh petani dan Badan Lingkungan Hidup DIY adalah belum menyeluruhnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sehingga masih saja dibuang ke sungai dan irigasi. untuk itu perlu diupayakan juga sosialisasi dan edukasi pada masyarakat tentang pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

 

[dds/email:gib.mtabantul@gmail.com]

Jpeg

Mapag Toya 2016/2017 Daerah Irigasi Karang Ploso

GIB News,- Bupati Bantul yang diwakili Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kabupaten Bantul, Ir. Pulung Haryadi, M.Sc, memimpin acara Mapag Toya di Bendung Karang Ploso, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Jumat (16/12/2016) pagi.

mapak-toya

Acara Mapag Toya dimulai dengan sambutan dari Kepala Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Bantul, dan Ketua Gerakan irigasi Bersih “Merti Tirta Amartani”. Acara dilanjutkan dengan pengarahan Kepala BKP3 Kabupaten Bantul yang menyatakan bahwa kegiatan Mapag Toya sangat bermanfaat dalam rangka memulai musim tanam karena air yang dialirkan memalui saluran irigasi diharapkan dapat cukup untuk budidaya dan berkualitas baik.

“Dengan adanya kegiatan Mapag Toya, air irigasi di Daerah Irigasi Karang Ploso yang berasal dai Sungai Opak diharapkan memberikan manfaat bagi petani dalam berbudidaya sehingga dihasilkan panen yang optimal”, kata Pulung Haryadi.

Peserta menuju Bendung Karang Ploso

Peserta menuju Bendung Karang Ploso

Doa bagi keberkahan dan kemanfaatan air irigasi dalam rangka memulai musim tanam dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa oleh petani dan peserta yang hadir. Selanjutnya Kepala BKP3 Kabupaten Bantul membuka pintu bendung sebagai awal mengalirkan air ke irigasi dan lahan sawah, serta memotong tumpeng untuk dibagikan kepada peserta yang hadir.

Berdoa memohon keberkahan dalam melakukan budidaya

Berdoa memohon keberkahan dalam melakukan budidaya

 

Pemotongan tumpeng

Pemotongan tumpeng

Kegiatan Mapag Toya merupakan prosesi petani di Kabupaten Bantul dalam memulai musim tanam. Kegiatan ini diinisiasi oleh Gerakan Irigasi Bersih “Merti Tirta Amartani”, Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Bantul, Dinas Pertanian Kabupaten Bantul dan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada.

Hadir dalam kegiatan Mapag Toya adalah Camat Piyungan, Kepala Desa Sitimulyo, Kapolsek Piyungan, Dinas SDA Bantul, FTP UGM, Alumni FTP UGM, Komunitas Untuk Jogja (KUJ), dan Ketua GP3A se Kabupaten Bantul.

 

[dds/email:gib.mtabantul@gmail.com]

Jpeg

Dlingo Gelar Kirab Budaya Mapag Toya

GIB News,- Bupati Bantul memimpin Gelar Budaya Mapag Toya yang dilaksanakan Sabtu pagi (26/03/2016) di Bendung Miri, Desa Terong – Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Peringatan Hari Air Dunia 2016 Dan Hari Ulang Tahun Ke-3 Gerakan Irigasi Bersih-Merti Tirta Amartani (Gib-MTA) Kabupaten Bantul.

Kirab Budaya Mapak Toya Diiringi Drum Band Pelajar Sekolah Dasar

Kirab Budaya Mapak Toya Diiringi Drum Band Pelajar Sekolah Dasar

Dalam sambutannya, Bupati Bantul H. Suharsono, menyatakan bahwa budaya mengenai air dan pertanian perlu terus dipelihara dan diterapkan oleh masyarakat karena akan mampu menjaga keluhuran budaya dan masyarakat itu sendiri.

 

“Kegiatan Mapag Toya menjadi bagian dari kehidupan petani kita untuk memulai musim tanam agar air yang akan digunakan dapat sesuai dengan kebutuhan jumlah dan kualitasnya” tutur H. Suharsono.

 

Kegiatan Mapag Toya merupakan sebuah aktivitas yang dilakukan oleh petani sebelum memulai menanam padi. Kegiatannya berupa pembersihan bendung dan saluran irigasi agar air yang mengalir menjadi lancar dan bersih, dan berdoa di bendung agar air yang dialirkan dan digunakan untuk budidaya tanaman dapat menghasilkan panen yang melimpah.

Solawatan pada acara Kirab Budaya Mapak Toya

Solawatan pada acara Kirab Budaya Mapag Toya

Pada acara hari ini, kegiatan Mapag Toyo sekaligus dimeriahkan dengan gelar budaya dari masyarakat Desa Terong yaitu jatilan, sholawatan dan drum band. Acara dipusatkan di Bendung Miri dipimpin oleh Bupati Bantul dan dihadiri Kepala Dinas Sumber Daya Air Bantul, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, perwakilan SKPD Bantul, Camat Dlingo, Lurah Terong, Ketua GIB-MTA, dan GP3A se Kabupaten Bantul serta masyarakat tani.

 

[dds/email: gib.mtabantul@gmail.com]

berita_Pembersihan_Saluran_Irigasi_img-20150326-03254 kecil